Rumah > Blog

Membuka Pasar Indonesia: Mengapa Produsen Jepang Memilih Registrasi Obat Semu

Membuka Pasar Indonesia: Mengapa Produsen Jepang Memilih Registrasi Obat Semu

Hardyansyah, MPH-MMR Sp. KKLP
11 Januari 2026

Isi

Registrasi Obat Semu telah muncul sebagai jalur masuk strategis bagi produsen Jepang yang ingin mengakses pasar perawatan kesehatan dan kesejahteraan Indonesia yang sangat diatur.

Berada di antara obat-obatan konvensional dan produk kesehatan konsumen, obat-obatan semu menawarkan jalan tengah regulasi yang selaras dengan keahlian Jepang yang telah lama dikenal dalam solusi kesehatan berbasis sains.

Bagi perusahaan Jepang dengan portofolio yang berakar pada bahan fungsional, kesehatan preventif, dan formulasi tradisional yang dimodernisasi melalui penelitian dan pengembangan yang ketat, kerangka kerja pengobatan semu di Indonesia tidak hanya menawarkan kelayakan regulasi, tetapi juga relevansi budaya dan komersial.

Apa itu Registrasi Obat Semu di Indonesia?

Di Indonesia, produk yang diklasifikasikan sebagai obat kuasi (dikenal secara lokal sebagai Obat Kuasi) menempati kategori regulasi tersendiri di bawah pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional (BPOM). Obat kuasi biasanya merupakan produk yang:

  • Memberikan manfaat fisiologis atau fungsional,
  • Jangan mengklaim pengobatan terapeutik untuk penyakit,
  • Berada di antara suplemen makanan dan obat-obatan farmasi dari segi formulasi dan klaim.

Kategori ini memungkinkan produsen untuk memasarkan produk dengan nilai fungsional sambil menghindari persyaratan klinis dan farmakologis yang lebih berat yang diberlakukan pada obat-obatan konvensional.

Bagi produsen Jepang, yang produknya sering menekankan pencegahan, keseimbangan, dan kesehatan fungsional, Registrasi Obat Semu menawarkan jalur yang efisien secara komersial dan sesuai peraturan untuk memasuki pasar Indonesia.

Mengapa Registrasi Obat-obatan Semu Semakin Populer di Kalangan Produsen Jepang?

Merek-merek perawatan kesehatan dan kebugaran Jepang diakui secara global karena ketepatan, konsistensi, dan formulasi berbasis sains. Karakteristik ini sangat sesuai dengan harapan regulasi obat-obatan semi-resmi di Indonesia.

Banyak produk Jepang kesulitan untuk masuk ke dalam klasifikasi standar makanan, suplemen, atau obat-obatan di Indonesia. Obat-obatan semu (quasi drug) memberikan solusi regulasi untuk produk-produk yang:

  • Terlalu fungsional untuk dianggap sebagai makanan atau suplemen,
  • Namun tidak diposisikan sebagai obat-obatan terapeutik.

Seiring dengan terus meningkatnya permintaan Indonesia terhadap produk kesehatan preventif dan fungsional, jalur quasi-obat semakin dipandang sebagai cara untuk menjaga integritas produk sekaligus tetap mematuhi peraturan BPOM.

Cara BPOM Mengatur Obat Kuasi (Obat Kuasi)

BPOM mengatur obat-obatan semu melalui kerangka kerja yang mengevaluasi keamanan, dasar formulasi, fungsi bahan, pelabelan, dan standar manufaktur.

Pertimbangan regulasi utama meliputi:

  • Perbedaan yang jelas dari klaim obat-obatan farmasi,
  • Bukti ilmiah yang mendukung manfaat fungsionalnya,
  • Proses manufaktur yang terkontrol, biasanya selaras dengan standar GMP,
  • Transparansi sumber bahan baku dan ketertelusuran.

Berbeda dengan suplemen makanan, obat-obatan semu dinilai lebih ketat, tetapi tetap mendapatkan manfaat dari proses yang lebih efisien dibandingkan dengan registrasi obat penuh. Keseimbangan ini adalah salah satu alasan utama mengapa Registrasi Obat Semu menarik bagi produsen Jepang yang menginginkan kecepatan tanpa mengorbankan kepatuhan.

Efisiensi Sistem Online ASROT

Pendaftaran produk melalui BPOM telah mengalami transformasi signifikan berkat digitalisasi, khususnya dengan implementasi Sistem online ASROT.

Platform ini memungkinkan produsen dan perwakilan lokal yang ditunjuk untuk mengelola seluruh proses Registrasi Obat Semu secara digital, mulai dari pengajuan berkas hingga korespondensi regulasi. Bagi perusahaan Jepang, sistem ini sangat efisien dan mudah diakses.

Penyelarasan Dokumentasi

BPOM sangat mempercayai ketangguhan ekosistem regulasi Jepang. Dokumen-dokumen penting seperti Sertifikat Penjualan Bebas (Certificate of Free Sale/CFS) atau Sertifikat Produk Farmasi (Certificate of Pharmaceutical Product/CPP) yang dikeluarkan oleh otoritas Jepang sangat penting dalam tahap pra-registrasi dan umumnya selaras dengan harapan BPOM.

Garis Waktu yang Disederhanakan

Setelah berkas lengkap diserahkan melalui sistem ASROT, evaluasi regulasi untuk obat-obatan semu impor biasanya selesai dalam waktu sekitar 60 hari kerja, dengan syarat tidak ada kekurangan besar atau masalah klasifikasi.

Pengakuan GMP

Sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP) Jepang yang diakui secara global diterima dengan mudah oleh BPOM. Hal ini secara signifikan menyederhanakan proses penilaian manufaktur dan mengurangi kemungkinan audit fasilitas tambahan untuk lokasi produksi di Jepang.

Secara bersama-sama, faktor-faktor ini menjadikan infrastruktur regulasi digital Indonesia sangat menguntungkan bagi produsen Jepang yang mengejar Registrasi Obat Semu (Quasi-Drug Registration), memungkinkan jangka waktu yang dapat diprediksi dan keterlibatan regulasi yang transparan.

Pertimbangan Utama Sebelum Memasuki Indonesia Melalui Registrasi Obat-obatan Terlarang

Sebelum memilih jalur obat semu, produsen harus melakukan pemetaan regulasi awal. Penentuan posisi produk, klasifikasi bahan, dan struktur klaim menentukan apakah suatu produk memenuhi syarat untuk klasifikasi Obat Kuasi.

Keunggulan Jepang: Zat Unggulan dan Pusat Manufaktur

Produsen Jepang memiliki keunggulan yang signifikan di bidang ini. Standar manufaktur berstandar farmasi Jepang, teknologi fermentasi canggih, dan metode pengolahan botani yang terkontrol sangat sesuai dengan harapan BPOM untuk obat-obatan semu.

Bahan-bahan seperti ekstrak fungsional, senyawa bioaktif, dan zat tradisional yang disempurnakan melalui ilmu pengetahuan modern dipandang positif jika didukung oleh dokumentasi yang kuat.

Pusat manufaktur di Jepang, yang dikenal karena konsistensi dan ketertelusurannya, semakin memperkuat kredibilitas regulasi pengajuan obat-obatan semu di Indonesia.

Sinergi Budaya Antara Jamu dan Kampo dalam Pengobatan Semu

Salah satu kekuatan obat-obatan semu Jepang yang paling kurang dihargai di Indonesia terletak pada keselarasan budaya.

Warisan jamu tradisional Indonesia dan sistem kampo Jepang memiliki filosofi yang sama: kesehatan sebagai keseimbangan, pencegahan lebih penting daripada pengobatan, dan penghormatan terhadap zat-zat alami yang telah teruji melalui penggunaan selama beberapa generasi.

Pengobatan semu bertindak sebagai jembatan pengatur antara tradisi-tradisi ini. Hal ini memungkinkan produk-produk yang terinspirasi dari pengobatan tradisional Jepang (kampo) untuk diperkenalkan ke Indonesia dalam bentuk yang sesuai dengan pemahaman lokal tentang kesehatan fungsional, tanpa dianggap asing atau tidak sesuai.

Sinergi budaya ini memberikan keunggulan strategis bagi produk-produk quasi-obat Jepang di luar sekadar kepatuhan terhadap peraturan. Hal ini mendukung kepercayaan konsumen, penerimaan regulasi, dan posisi merek jangka panjang dalam ekosistem kesehatan di Indonesia.

Risiko Salah Klasifikasi Produk di Luar Jalur Obat Semu

Memilih klasifikasi regulasi yang salah dapat secara signifikan menunda atau menggagalkan masuknya produk ke pasar. Produk yang salah diklasifikasikan di luar jalur Registrasi Obat Semu (Quasi-Drug Registration) dapat menghadapi:

  • Pengklasifikasian ulang ke dalam kategori obat konvensional,
  • Jangka waktu peninjauan yang lebih panjang dan ambang batas dokumentasi yang lebih tinggi,
  • Persyaratan untuk uji klinis atau data keamanan tambahan,
  • Perumusan ulang atau pelabelan ulang yang mahal,
  • Penolakan dan pengajuan ulang paksa.

Bagi produsen Jepang, risiko ini sering muncul ketika produk fungsional secara keliru diajukan sebagai suplemen atau obat-obatan tanpa penilaian regulasi yang tepat. Oleh karena itu, klasifikasi strategis sejak dini sangat penting untuk menghindari gesekan regulasi yang tidak perlu.

Perencanaan Registrasi Obat-obatan Semu di Indonesia

Bagi produsen Jepang, Registrasi Obat Semu (Quasi-Drug Registration) harus didekati sebagai keputusan strategis untuk memasuki pasar, bukan sekadar proses administratif. Keberhasilan memasuki pasar bergantung pada:

  • Klasifikasi produk yang akurat,
  • Penempatan fungsional yang jelas,
  • Keselarasan dengan harapan regulasi BPOM,
  • Pelaksanaan regulasi lokal yang kuat.

Pasar Indonesia memberi penghargaan kepada perusahaan yang memperlakukan kepatuhan sebagai peta jalan, bukan sebagai penghalang. Dengan perencanaan regulasi yang tepat seperti Registrasi Produk Indonesia, Dengan demikian, obat-obatan semu dapat berpindah secara efisien dari persiapan berkas ke akses pasar, sambil tetap menjaga integritas merek dan diferensiasi produk.

Jika Anda berencana melakukan Registrasi Obat-Semu (Quasi-Drug Registration) di Indonesia, bekerja sama dengan mitra regulasi lokal memastikan produk Anda memasuki pasar melalui jalur yang paling tepat, meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan peluang jangka panjang.

Gambar Dr. Hardyansyah, MPH-MMR Sp. KKLP
Hardyansyah, MPH-MMR Sp. KKLP
Dr. Hardyansyah adalah pemimpin layanan kesehatan dengan lebih dari satu dekade pengalaman dalam peran klinis, operasional, dan eksekutif—merintis inovasi digital dan mengubah pemberian layanan kesehatan dengan visi, integritas, dan tujuan.
Dapatkan pembaruan pendaftaran produk terbaru.
Langganan buletin

Formulir Permintaan

Tim kami siap mendiskusikan kebutuhan bisnis Anda dan menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin Anda miliki. Isi formulir pertanyaan kami, dan kami akan merespons dalam satu hari kerja.

Formulir Kontak
Kirimkan dengan email perusahaan Anda untuk respons yang lebih cepat dan penanganan prioritas.

Cara lain untuk menghubungi kami.

Artikel Terkait
Ancaman Tersembunyi: Menavigasi Batasan Logam Berat dalam Obat-obatan Alami Indonesia
Memastikan Keamanan: Memahami Enterobacteriaceae Patogen dalam Obat-obatan Alami
Prakiraan Pasar Produk Halal Global: Melonjak hingga USD 4,5 Triliun pada tahun 2033
Ancaman Tersembunyi: Menavigasi Batasan Logam Berat dalam Obat-obatan Alami Indonesia
Memastikan Keamanan: Memahami Enterobacteriaceae Patogen dalam Obat-obatan Alami
Ancaman Tersembunyi: Menavigasi Batasan Logam Berat dalam Obat-obatan Alami Indonesia